Rabu, 24 Agustus 2011

1. DNA

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

2 dari 7



Akan sangat sedikit orang yang menyanggah bahwa Cesc adalah pemain kelas dunia. Dia telah menjadi kapten tim Arsenal dan menjadi gelandang tengah terbaik di Inggris.
Selama lima musim terakhir di Arsenal, tak ada yang menyaingi Fabregas soal perolehan assist. Itu belum dihitung banyaknya umpan-umpan empuk ke kotak penalti yang gagal dimanfaatkan oleh para striker Arsenal.

Talenta dan skill saja tidak cukup untuk bisa bermain padu bersama Barcelona. Satu hal mutlak yang harus dipahami adalah filosofi. Fabregas, untungnya, sudah punya "DNA" Barca. Justru di Arsenal, dia menularkan DNA itu. Ketika kembali ke Barcelona, seolah tak butuh waktu sedetikpun baginya untuk beradaptasi. Bermain 10 menit di Piala Super Spanyol, Fabregas berkontribusi penting terhadap gol kemenangan Messi. Tak cukup? Melawan Napoli di ajang Joan Gamper, Fabregas menciptakan gol pembuka bagi El Barca.

Fabregas tak pernah melupakan siapa dirinya dan dari mana dia datang. Dalam dirinya, nilai-nilai dan keutamaan La Masia meresap jauh ke sumsum tulangnya. Lihatlah, sepanjang hari-hari pertama di Camp Nou, Fabregas selalu menebar senyum. Senyum yang sama ketika dia masih di La Masia, bercanda bersama Messi, Pique dan teman-teman lainnya.


(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

2 dari 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar