Rabu, 24 Agustus 2011

4. Belajar dari Xavi-Iniesta

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

5 dari 7



Sebagian orang lupa bahwa Cesc Fabregas masih sangat muda. Dengan usianya yang masih 24 tahun, banyak peluang baginya untuk mengembangkan diri.


Sebagian lagi berpendapat, Cesc Fabregas hanya akan menghangatkan bangku cadangan Barcelona mengingat Xavi dan Iniesta masih menapaki masa-masa keemasannya. Tapi, mereka salah.

Bermain bersama Xavi dan Iniesta sebagai gelandang sama sekali bukan kutukan dan justru adalah berkat. Apakah masih bisa diperbedatkan, berlatih tiap hari bersama dua gelandang terbaik dunia justru akan menurunkan performa Fabregas?

Bukan hanya soal berlajar dari Xavi dan Iniesta, tapi persaingan di lini tengah akan terus memotivasi dia untuk terus memaksa diri mencapai batas maksimal.

Hanya soal waktu saja bahwa Cesc akan menjadi raja baru gelandang Barcelona setelah Xavi memasuki masa-masa pensiun.

Di sisi lain, Pep adalah jaminan Fabregas untuk terus diberi kesempatan bermain. Nyatanya, sekecil apapun waktu yang diberikan Pep, Fabregas berhasil memanfaatkannya dengan maksimal. Satu kontribusinya memberikan gol kemenangan bagi Barcelona atas Madrid pekan lalu. Itu belum ditambah umpan emas kepada Messi di pertandingan yang sama. Sayang, Messi gagal kendati sudah berhadapan satu lawan satu dengan Casillas.

Di Joan Gamper lebih lagi, dia membuka gol kemenangan Barca dan menghidupkan lini tengah Barcelona. Ini benar-benar hanya masalah waktu.



(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

5 dari 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar