Rabu, 31 Agustus 2011

5 Hal yang Saya Pelajari dari Pola 3-4-3 Guardiola

Pelatih Barcelona Pep Guardiola


FC BARCELONA INDONESIA - Satu hal yang patut dicatat sebelum membaca artikel ini. Ulasan ini bukan hasil pikiran seorang komentator bola yang ahli di bidangnya. Ini tulisan dari seorang cules biasa yang mengidolai Barcelona. Ini bukan ilmu pengetahuan dan saya tidak sedang share ilmu. Saya lebih senang jika Anda merasa terhibur setelah membaca artikel ini. :D Wuih, panjang amat pengantarnya.



1. Moment yang Tepat

Ok, formasi yang kemarin dipakai Guardiola adalah sebagai berikut

                          Viktor Valdes
    
     Macherano -- Sergio Busquet -- Eric Abidal
       
        Thiago -- Keita -- Fabregas -- Iniesta

                 Sanchez -- Messi -- Pedro


Apa ada yang salah dengan formasi baru 3-4-3 dari Guardiola ini? Tidak ada yang salah. Bahkan Barcelona justru mencetak banyak gol, istimewanya lagi pencipta gol bervariasi, mulai dari Messi (kayaknya orang satu ini nggak perlu disebut lagi, udah biasa), Thiago, Fabregas, dan Sanchez.

Formasi ini dipasang Pep pertama-tama karena faktor cederanya semua wing back (Adriano dan Maxwell) dan Alves yang terkena larangan bermain. Sebenarnya, Pep sudah lama ingin menerapkan formasi ini, terutama setelah kehadiran Fabregas dan naiknya performa Thiago Alcantara, sementara Xavi dan Iniesta masih dalam performa terbaik. Intinya, Pep ingin menaruh 4 gelandang di tengah untuk makin menambah jam terbang pada anak didiknya. Kenapa Keita masih jadi pilihan? Keita adalah pemain yang paling konsisten, punya fisik yang kuat, tak pernah mengeluh, dan tampil layaknya bek ketika Barca dalam posisi tertekan.

Nah, cederanya Adriano dan faktor Alves yang tak bisa dipasang ini seolah menjadi moment yang tepat bagi Guardiola untuk menerapkan apa yang sudah ada di pikirannya sejak dulu: Pola 3-4-3.

Pep ingin melihat sejauh mana gelandang-gelandang tengahnya berhasil mengeksplorasi lapangan, menguasai bola, dan menciptakan peluang-peluang efektif. Sebisa mungkin, tak sedetikpun memberikan kesempatan kepada lawan untuk menguasai bola. Barca, bagi saya hebat karena berhasil membuat banyak tim hebat tak bisa mengeluarkan kemampuan hebatnya. Caranya? Ball possession. Bagaimana mau ngatur serangan kalau nggak pernah pegang bola.

3 gelandang di tengah saja sudah menghadirkan mimpi terburuk bagi jawara Liga Inggris Manchester United, pada Final Liga Champions lalu. Bagaimana dengan 4 gelandang (mungkin yang terbaik di dunia saat ini) di tengah? Ya seperti kita lihat, "Kapal Selam Kuning" Villarreal tenggelam hingga ke dasar laut terdalam.


"Barca, bagi saya hebat karena berhasil membuat banyak tim hebat tak bisa mengeluarkan kemampuan hebatnya. Caranya? Ball possesion. Bagaimana mau ngatur serangan kalau nggak pernah pegang bola"


Apakah formasi 3-4-3 ini akan diterapkan di pertandingan-pertandingan selanjutnya? Cuma "Yang di Atas" dan Pep yang tahu, tapi setidaknya kita memahami Pep berhasil menerapkan pola ini, dengan hasil gemilang pula. Kesimpulannya: Pola 3-4-3 cukup bagus untuk Barcelona.


2. Our Midfielders Are Our Best Defenders

Sub Judul di atas saya comot dari komentar seseorang di Bleacher Report. Menarik bagi saya, dan memang benar adanya. Barcelona adalah satu-satunya tim di dunia yang makin hari makin meremehkan peran bek. Lho kok meremehkan? Tentu saja ini dalam arti positif. Peran bek sampai kapanpun akan selalu penting, hanya saja logikanya begini. Ketika lawan hampir tak pernah memegang bola, dan terus menerus diserang, apa tugas seorang bek?

Tugas bek adalah menghalau bola dan menghentikan lawan yang akan menyerang, tapi bagaimana jika tak ada bola yang perlu dihalau karena bola sudah berhenti direbut oleh para gelandang di tengah. Our midfielders are our best defenders. Itulah yang terjadi ketika Barca menahan gempuran Villarreal tadi malam.


Bukankah satu-satunya bek murni yang dipasang Pep adalah Abidal, bek lainnya sejatinya adalah gelandang bertahan. Kesimpulannya: Barcelona tak perlu membeli bek.

3. Messi dan Fabregas Makin Nyambung
Memang terlalu dini untuk menilai bahwa Fabregas sudah sangat padu dengan Barcelona, tapi kenyataan di 4 pertandingan yang Fab jalani rasanya tak terbantahkan lagi. Apalagi, di semua game Fabregas tidak main full time. Sedikit waktu bermain, tapi hasilnya maksimal, itulah hebatnya Fab.

3 gol Cesc Fabregas dalam tiga pertandingan adalah buah dari pergerakannya di mulut gawang lawan, suatu pergerakan yang selama ini didominasi oleh Messi, bahkan tidak oleh Iniesta ataupun Xavi.

Sedikit aneh rasanya bagi saya, pergerakan dari Iniesta sebenarnya lebih eksplosif, lebih cepat, tapi positioning Fabregas memang yahud. Fabregas bisa mengambil ruang kosong yang ditinggalkan bek lawan akibat mengawal Messi dan Iniesta.

Dalam pertandingan kemarin melawan Villarreal, Fabregas juga sering berganti posisi dengan Messi. Ketika Messi memegang bola, Fabregas dengan sadar maju ke depan menggantikan posisi Messi, dan menariknya, hasilnya sering maksimal. Dua dari tiga gol Fabregas dihasilkan dari umpan Messi. Kesimpulannya: Fabregas perlu dipasang reguler, mumpung lagi on fire. Jangan sampai hilang moment.




4. Sanchez Pecah Telur

Jika tanpa satu gol-nya ke gawang Villarreal, penampilan Sanchez masih akan menjadi tanda tanya sampai saat ini. Beruntung Sanchez berhasil memanfaatkan satu-satunya peluang emas yang dia punya menjadi gol.

Seperti halnya Fabregas yang makin produktif saat sudah "pecah telur", Sanchez diharapkan dapat memecahkan "telur-telur" berikutnya.

Sebenarnya, tidak ada yang perlu diragukan terhadap Sanchez. Jam terbang dengan sendirinya akan membentuknya. Sering-sering melihat video pergerakan Pedro ataupun Villa, maka Sanchez sudah akan menemukan jawabannya. Dia punya segalanya untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Kecepatan, drible, shot sudah berada di atas standar.

Masalahnya mungkin cenderung ke soal mental, dan dugaan saya pada kendala bahasa. Di Barca, tim yang punya keutamaan atas nilai-nilai kekeluargaan antarpemain, komunikasi menjadi penting, baik di dalam lapangan atau di luar lapangan.

Satu hal yang perlu dicatat adalah, Sanchez memahami betul bahwa di Barca tidak ada ruang untuk menjadi egois. Bahkan, mungkin karena agak gugup, Sanchez sering kali cepat-cepat mengembalikan bola yang dioperkan padanya. Ok, nilai dasar sudah dipahami; tidak egois. Kesimpulannya: Fokus ke latihan, dan dengarkan kata Pep.

5. 38 Umpan, 1 Menit 43 Detik, 1 Gol
Gol pertama Messi ke gawang Villarreal sangatlah Barca style. Maksudnya, gol ini benar-benar gayanya Barca, dan rasanya tidak boleh ada yang mengklaim gaya ini sebagai milik tim lain, kecuali satu-satunya Timnas Spanyol mungkin.

Kenapa demikian? Pertama, gol dihasilkan lewat umpan pendek-pendek (tiki-taka). Kedua, sebelum terjadi gol ada 38 umpan yang dibuat melibatkan semua pemain Barca kecuali Valdes, Macherano dan Busquet. Ketiga, bola terus menerus bergulir di antara kaki punggawa Catalan selama 1 menit 42 detik. Keempat, semua pemain seolah menjadi gelandang ketika Barca sudah memainkan gaya ini.

Inilah Barcelona sesungguhnya, inilah total football itu, dan makin menjadi-jadi ketika Pep menaruh empat gelandang di tengah. Dua gelandang (Thiago dan Iniesta) menjadi kincir di kedua sisi, Keita menjadi gelandang bertahan, dan Fabregas saling bertukar posisi dengan Messi.

Menurut saya, rasanya Pep bisa dengan mudah melakukan rotasi untuk dapat selalu memainkan Fabregas, Xavi, Thiago dan Iniesta dalam tiap pertandingan. Ini belum lagi nanti Affelay kalau sudah sembuh, ataupun Fontas yang juga perlu diberi kesempatan bermain lebih banyak. Selain Madrid, belum ada saya temukan tim lain, bahkan di liga Inggris sekalipun, yang mampu menekan lini tengah Barca dengan hebat. Dengan tidak meremehkan tim-tim lain di La Liga, tim utama Barca masih terlalu superior untuk La Liga. Kesimpulan: Rotasi pemain rasanya baik dilakukan di tiap pertandingan. (catatan cules)


Tags: Review Barcelona Vs Villarreal, Taktik Guardiola, Pola 3-4-3 Barcelona, Tiki-Taka

Follow twitter @Barca_Cules

10 komentar:

  1. keren ulasannya gan,, lain kali bahas tentang kemampuan/skill para pemain donk... ditunggu selalu...

    BalasHapus
  2. Makasih Uciajadeh yang rajin-rajin kunjung dimari. Makasih masukannya akan coba saya baca-baca dulu sumbernya.

    BalasHapus
  3. bagus2 tulisan ente gan.. keep posting..
    salam dari sesama cules.. :D

    BalasHapus
  4. Terima kasih Fansmeme. Sering-sering kunjung di mari ya :) Salam Cules juga :D

    BalasHapus
  5. Mantap Gan komentarnya...
    saya tunggu berita selanjutnya

    BalasHapus
  6. ulasannya menyenangkan, membuat saya terhibur..
    semangat selalu.

    BalasHapus
  7. penasaran sama sipenulis ini , hehehhee
    ulasanya benar menghibur...

    BalasHapus
  8. PIN BB : 264093EF .HP : 085-756-676-237
    HARI INI KAMI ADAKAN PROMO TERMURA & TERPERCAYA website:http://ardhanionlineshop.blogspot.com Produk dijamin asli
    ARDHANI SHOP : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang Asli Original Ada Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM .
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    Ready Stock ! Apple iPhone 5 32GB Rp.2.800.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note 3 Putih Rp.2.500.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32GB Rp.4.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note 4 SM-N910H Gold Rp. 3.3000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.600.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S4 I9500 - PUTIH Rp.1.700.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Rp.3.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 edge 32GB Putih Rp.4.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 Rp.2.200.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.900.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel) Rp.1.200.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.900.000
    Ready Stock ! Asus Zenfone 2 ZE551ML RAM 4GB-64GB Rp.2.500.000,-

    BalasHapus