Senin, 15 Agustus 2011

Madrid Vs Barcelona (2-2): Madrid Dominan, Messi Unstoppable

SALAMAN - Salaman dulu sebelum bertanding :D. Biarpun seteru hebat, tetapi tetap harus sportif. Liga Spanyol jadi menarik karena ada rivalitas Barca-Madrid. Jadi keduanya sebenarnya saling membutuhkan. IMHO. :D


FC BARCELONA INDONESIA - Real Madrid berhasil ditahan imbang rival bebuyutannya, Barcelona dalam leg pertama piala super Spanyol yang berlangsung di Bernabeu, markas kebesaran Madrid, Minggu (14/8/2011). Kedua tim sama-sama mencetak dua gol.

Sebagai seorang cules (fan Barca), sungguh menyesakkan rasanya melihat Barcelona bermain tidak dengan gaya permainan, banyak kehilangan bola, tidak percaya diri, dan berulang kali hampir kebobolan. "Perjudian" Guardiola dengan tidak memasang skuad utama memang membuat tim merah-biru blaugrana terlihat sangat rapuh. Baru sekitar 15 menit berjalan, Benzema sudah membuat dua peluang tembakan. Sebaliknya, Barcelona, jangankan membuat peluang, memasuki kotak 16 besar Madrid pun susah.

Real Madrid memainkan permainan  yang efektif. Banyak peluang muncul. Dan, mimpi buruk para pendukung Barcelona pun menjadi kenyataan. Anda buka fan Barcelona sejati, jika gol Mezut Ozil itu tidak membuat seperti kejatuhan pohon beringin yang tumbang.

Berawal dari  pergerakan Benzema di sisi kiri  pertahanan Barcelona, Benzema  berhasil mengecoh Abidal untuk  kemudian memberi assist kepada  Ozil. Nama terakhir kemudian  dengan tenang mengecoh Valdes.  1-0 untuk Madrid. Gemuruh suara  puluhan ribu supporter Madrid  memekakkan telinga. Sungguh, sangat memekakkan telinga saya yang saat itu menggunakan headset.



Tertinggal 1-0, Barcelona tetap  tak bisa keluar dari tekanan.  Tiki-taka yang menjadi andalan  jawara Liga Champion ini tak  bisa mereka mainkan. Buntu. Situasi yang teramat buruk bagi  Barcelona.

Lini tengah menjadi  masalah vital tim tamu. Thiago  Alcantara nampak belum  menemukan ritme bersama dengan  Iniesta. Salah oper, salah oper, itulah  yang menjadi malapetaka Barcelona. Pemain-pemain Madrid tak mau  membiarkan Barca melewati garis  tengah. 4 sampai 5 pemain  langsung menyerbu ketika Thiago  dan Iniesta mencoba menguasai  bola. Taktik yang bagus dari  Mourinho.

Lebih dari 5 kali mungkin  Barcelona melakukan kesalahan umpan. 
Ini membuat kepercayaan diri  Madrid makin tinggi, sebaliknya  Barca belum juga menemukan level permainannya.

Sancez di sini kanan mencoba  mengacaukan pertahanan Madrid  lewat pergerakan cepatnya, tapi  perlawanan dari Marcelo tak  kalah sengitnya.

Kejutan dari Villa

Kejutan pun datang. Gol Vila pada menit 36 mungkin suatu kejutan yang  sangat tak diharapkan oleh  Mourinho. Setelah menguasai bola kiriman Lionel Messi, Villa menggiring bola melewati kawalan Sergio Ramos dan dari luar kotak penalti melambungkan bola yang masuk ke sudut kiri atas gawang Iker Casillas. Villa sendiripun mungkin tak percaya  tendangan dari luar kotak  penaltinya bisa meluncur cantik  menembus gawang Casilas. Awesome, What a goal!

Situasi ini mengubah peta permainan, Madrid tak lagi  jumawa dan Barcelona makin  percaya diri.


Messi Unstoppable

Neraka justru menghampiri Madrid kali ini. Jujur, jika bukan Messi,  mungkin tak ada yang bisa sekaligus mempecundangi Khedira dan Pepe. Pemain terbaik dunia ini menari di antara dua  pemain Madrid untuk kemudian  "untuk kesekian kalinya"  membuat Casillas  geleng-geleng kepala.

Perlu diketahui, selama membela  Barcelona Messi berulang kali  mengelabui Casillas dengan  berbagai variasi gol. Pernah suatu kali Messi men-cheat bola melewati kepala Casilas, pernah juga melewati sisi kanan, sisi kiri badan penjaga gawang. Di leg pertama semi final Liga Champions lalu, Messi menendang bola melewati selangkangan casillas, dan kali ini bola yang berbuah gol dari Messi tepat lewat di bawah ketiak Casillas!

Gol messi tidak dihasilkan melalui umpan satu dua seperti yang biasanya dia lakukan. Menggiring bola dari tengah, Messi sudah seakan bakal kehilangan bola. Ajaib, bola justru seolah datang lagi menghampirinya seiring serbuan Khedira yang justru dimanfaatkan Messi untuk mengubah arah dan membuat Pepe (si Kasar) jatuh terpelesat. Yak, satu dua sentuhan. Bola lewat di bawah ketiak Casillas. Gollll. Pendukung Madrid terpana. Barcelonitas di ujung penjuru dunia bersorak, bahkan mungkin sampai kehabisan suara. (Teriakan saya sendiri membuat teman satu kantor agak marah-marah).  

Di babak kedua, kendatipun Xavi sudah dimasukkan, Barcelona masih saja tertekan. Saya pribadi yakin, gemuruh suara ribuan fan Madrid di Bernabeu adalah yang membuat situasi ini dapat terjadi. Luar biasa Stadion Bernabeu.

Akhirnya, Madrid mampu mengejar ketinggalan berkat gol Xabi Alonso pada menit ke-54. Dari tengah kotak penalti, ia menembakkan bola kiriman Pepe, masuk sudut kiri bawah gawang Valdes.

Madrid kembali mengambil inisiatif menyerang. Setelah gol Alonso, mereka semakin konsisten menekan dan menciptakan ancaman.

Pada menit ke-56, misalnya, Benzema berhasil menanduk bola, yang sayangnya gagal menemui sasaran.

Ronaldo dan Benzema bergantian melepaskan tembakan akurat ke gawang Barca pada menit ke-65 dan ke-67. Namun, usaha keduanya bisa digagalkan Valdes.

Pada menit ke-78. Barcelona mencoba bangkit melalui Messi. Namun, pergerakan dengan bola yang dilakukannya dihentikan oleh Alonso dengan tekel dari belakang. Ya, rasanya cuma dengan cara ini Messi bisa dihentikan.

Hingga peluit terakhir dibunyikan, setelah tambahan waktu tiga menit, tidak ada gol lagi. Sanchez menurut saya punya peluang bagus di menit-menit akhir. Sayang, Marcelo terlebih dahulu menjatuhkannya di kotak penalti. Entah karena motif apa, wasit tak memberikan hadiah penalti. :(

Ya, sudahlah. Skor imbang 2-2 juga tidak buruk. Leg kedua nanti pada Kamis waktu Indonesia akan menempatkan Barcelona sedikit di atas angin dan awan. Seburuk-buruknya draw dengan skor 0-0 atau 1-1 akan cukup mengantarkan Barca meraih kampiun Piala Super Spanyol untuk yang ke-10 kalinya!


Susunan pemain: Madrid: Iker Casillas; Ricardo Carvalho, Pepe, Marcelo, Sergio Ramos; Sami Khedira (Callejon 58), Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria (Fabio Coentrao 54); Karim Benzema (Gonzalo Higuain 81), Mesut Oezil

Barcelona: Victor Valdes; Eric Abidal, Javier Mascherano, Adriano (Gerard Pique  61), Dani Alves; Seydou Keita, Andres Iniesta, Thiago Alcantara (Xavi 58); David Villa (Pedro 73), Lionel Messi, Alexis Sanchez

Wasit: Teixeira Vitienes

3 komentar:

  1. kok nggak ada yang komentar ya :( *sedih, capek-capek bikin postingannya. He, gak papa lah. Yang penting Barca nanti menang di leg kedua.

    BalasHapus
  2. Nice job gan, itu foto si Pep yg nyalamin Mourinho (gw jamin pasti Pep duluan yg nyalamin) ane baru liat disini, keep up the good job :)

    BalasHapus
  3. Terima kasih bro Albertus Ajie. Iya tu foto ane dapat dari wire :D. Thanks, ane usahain update tiap hari.

    BalasHapus