Selasa, 20 September 2011

5 Hal Yang Kita Pelajari dari Pekan Ketiga La Liga

Ronaldo tak kuasa menghindarkan timnya dari kekalahan atas tim biru-merah Levante


CULES BARCA - Ada beberapa kejutan, tetapi ada juga hal-hal biasa. Kejutannya terletak pada kekalahan Madrid atas Levante 0-1. Kartu merah untuk Khedira dan untuk kali pertama Mourinho menyalahkan seorang pemainnya atas kekalahan timnya.

Hal-hal "biasa" adalah kemenangan Barca atas Ossasuna. Biasa? Maksudnya memang Barca biasa menang, sehingga ketika seri pun, para kritikus Barca sering salah bicara, pikirnya Barca kalah. Aneh memang, tapi begitulah Barca. Kalau tidak menang sama halnya dengan kalah. Menang lama-lama menjadi suatu kewajaran. Tulisan ini tidak obyektif dan terlalu memihak Barca? Ya, alasannya sederhana saja, tulisan ini dibuat seorang cules.

Ini 5 hal yang kita pelajari hingga pekan ketiga La Liga Spanyol.


1. Uang Bukanlah Segalanya dalam Sepak Bola


“Uang bukan segalanya dalam sepak bola, kami juga mempunyai dua kaki, sama seperti mereka." Kalimat tadi diucapkan oleh seorang Aroune Kone setelah golnya mengantarkan kemenangan Levante 1-0 atas Madrid. Bagi saya, inilah kalimat yang menggetarkan tiang-tiang baja Stadion Bernabeu. Stadion yang dikatakan mempunyai fasilitas terbaik di dunia.

Rasio taruhan sebelum pertandingan dimulai adalah 12/1. Artinya, jika kamu bertaruh Rp 1000 untuk kemenangan Levante, kamu akan untung Rp 12 ribu. Sebaliknya, jika kamu bertaruh Rp 12 ribu untuk kemenangan Madrid, kamu hanya akan mendapat Rp 1000 dengan catatan Madrid menang. Maka, turut berdukacita untuk mereka yang memasang taruhan atas kemenangan Real Madrid.

Sebelumnya, La Liga disibukkan dengan kontrovesi soal pembagian jumlah hak pembagian keuntungan siaran. Sebagian klub menilai tidak adil bahwa Barca dan Madrid mendapat separuh dari total pendapatan siaran, sementara klub lainnya hanya mendapatkan sisanya.

Tetapi, kemenangan Levante mengingatkan kita lagi bahwa uang bukanlah segalanya dalam sepakbola.

2. Jangan Pernah  Mengatakan Barcelona Sedang Krisis


Dua hasil seri FC Barcelona sangat cukup untuk membuat beberapa media - dipimpin oleh Marca tentu saja - untuk menilai bahwa Barcelona sedang berada dalam krisis. Bukan kalah, hanya seri dan seolah-olah Barca seperti baru saja mengalami kekalahan memalukan dari Levante.

Puyol angkat bicara dan menegaskan timnya baik-baik saja. Secara jujur mengakui bahwa Barca sempat frustrasi, tetapi menyatakan bahwa timnya sudah membuka lembaran baru. Pep? Secara menohok mengatakan tak pernah menjanjikan gelar untuk timnya, tapi dengan tegas berkata akan selalu bermain baik di tiap pertandingan.

Bukan, bukan itu jawaban resmi Barca. Jawab resminya adalah kemenangan besar 8-0 atas Ossauna yang sungguh tak beruntung berada di jadwal Barca berikutnya ketika Messi Cs sangat-sangat haus kemenangan. 

“Mereka marah karena mereka dibilang mengalami "krisis kecil" dan kami yang harus membayar hal itu," kata Pelatih Ossasuna José Luis Mendilibar.

3. Real Betis Mampu Bersaing di Papan Atas

Musim lalu, Real Betis menuai banyak pujian ketika melawan Barcelona dalam perebutan Copa del Rey. Kendati akhirnya kalah, Betis mampu menunjukkan level permainan mereka yang hanya terpaut tipis dengan Barcelona.

Kini, bersama Valencia, Betis menduduki peringkat teratas La Liga dengan 9 point.

Mengalahkan Granada dan Mallorca mungkin bukan sesuatu yang istimewa, tetapi mengalahkan Athletic Bilbao dalam partai tandang dengan skor 3-2 adalah suatu pencapaian tersendiri.

Sejauh ini, mereka berhasil membuktikan bahwa tim asal Sevilla ini pantas diperhitungkan di pentas La Liga.

4. Pelatih Villarreal Juan Carlos Garrido Sedang Duduk di Kursi Panas

Sejauh ini, apa yang ditampilkan Villarreal sangatlah mengecewakan. Duduk di posisi keempat di akhir musim lalu, Villarreal harus menelan dua kali kekalahan dan hanya mampu seri satu kali di awal musim ini.

Mereka mengawali musim dengan kekalahan memalukan 5-0 di Camp Nou. Kalah 1-0 atau 2-0 untuk tim sekelas Villarreal di Camp Nou mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi kalah 5-0 sungguh suatu hal yang pantas dipernyatakan manajemen Villarreal.

Setelah kalah melawan Barcelona, Villarreal bermain imbang melawan Sevila dan kalah melawan Granada. Villarreal juga tak mampu membawa nama La Liga di pentas Liga Champions setelah dipecundangi Bayern Munich di penyisihan grup.

Dua minggu selanjutnya menjadi ujian berat bagi pelatih Juan Carlos Garrido: Villarreal akan menjamu Mallorca, kemudian partai tandang ke Athletic Bilbao, terbang ke Napoli di ajang Liga Champions, dan terakhir melawan Zaragoza. Semua game itu dijalani hanya dalam 12 hari! Jika tak ada perubahan berarti, sangat mungkin Juan Carlos akan didepak di awal musim ini.

5. Radamel Falcao Mulai Unjuk Gigi

Setelah tak mencetak gol pada dua lawa awal, Atlético Madrid akhirnya menunjukkan taringnya atas Racing Santander. Striker anyar asal Colombia Radamel mulai unjuk Gigi dan memberikan alasan kenapa Los Colchoneros tak rugi mengeluarkan jutaan euro untukknya. Falcao mencetak hat-trick untuk melengkapi kemenangan 4-0 atas Santander.


Diolah dari tulisan karya Luis Herrera di bleacherreport.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar