Selasa, 13 September 2011

Jelang FC Barcelona vs AC Milan: Sama-Sama Merendah

Duel Milan dan Barcelona di Final Champion 1994

CULES BARCA - Partai pertama fase group Liga Champions Eropa 2011/12, akan segera di mulai. Satu partai super big match di group H, akan tersaji di Stadion Camp Nou, kandang juara bertahan FC Barcelona, yang akan kedatangan raksasa Italia, AC Milan, Selasa (13/9), waktu setempat.


Barca, pada partai ini menjadi tim yang lebih diunggulkan untuk bisa meraih hasil maksimal. Sedangkan Milan, yang masih dalam proses pencarian bentuk permainan terbaik mereka, akan bertindak sebagai underdog.

Catatan pertemuan terakhir di Camp Nou, pada ajang Liga Champions, di antara keduanya terjadi di musim 2005/06, dengan hasil imbang 0-0, setelah sebelumnya Barca, berhasil mengalahkan Milan, dengan skor 1-0, ketika bermain di kandang Milan.

Barca, pada musim 2005/06 itu, berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukan wakil Inggris, Arsenal, dengan skor 2-1, pada partai final, untuk meraih gelar juara Liga Champions, yang kedua kali nya.

Meskipun pada partai terakhir di ajang liga domestik kedua kubu tidak bisa meraih hasil maksimal, itu tidak bisa menjadi patokan untuk partai ini.

Barca, yang bermain imbang 2-2, melawan Real Sociedad, menyimpan kekuatan terbaik mereka. Pep Guardiola, melakukan rotasi pemain nya, karena banyak pemain nya yang membela negara masing-masing, dan konsentrasi mereka jelas lebih tertuju pada partai ini.

Sementara itu, Milan, yang juga bermain imbang 2-2, melawan Lazio, tidak menurunkan gelandang serang veteran Clarence Seedorf, yang difokuskan untuk menatap pertandingan mereka melawan Barca.

Pada partai kali ini Barca, akan kehilangan bintang mereka asal Chile, Alexis Sanchez, yang menderita cedera ketika bermain di ajang La Liga. Selain Sanchez, bek tengah Gerrard Pique, tampak nya masih belum bisa di turunkan pada partai ini.

Allegri dan Pep Guardiola
Meskipun kehilangan Sanchez, Pep Guardiola, pelatih Barca, tampaknya sudah bisa menurunkan kapten tim mereka Carles Puyol pada partai ini.

Kehilangan yang lebih besar di derita oleh Milan, yang harus bermain tanpa bomber mereka Zlatan Ibrahimovic, yang menderita cedera. Ibra, yang pernah berseragam Barca, selama musim 2009/10, harus beristirahat minimal 2 pekan, dan tidak termasuk rombongan yang bertolak ke Barcelona.

Selain Ibra, Milan juga masih kehilangan salah satu striker nya Robinho, juga karena cedera. Sedangkan penyerang veteran Filippo Inzaghi tidak didaftarkan di Liga Champions. Dengan cedera nya dua penyerang itu, stok penyerang Milan yang tersisa tinggal Alexandre Pato dan Antonio Cassano. Selain itu, cedera juga menghantam pemain bertenaga kuda Gennaro Gattuso.

Dengan tidak bisa bermain nya Sanchez, maka trio David Villa, Lionel Messi, dan Pedro Rodriguez akan mengisi lini depan Barca dengan skema 4-3-3, atau 3-4-3 jika Pep ingin memberikan satu tempat bagi Cesc Fabregas di lini tengah untuk menemani duet Xaviesta. Bisa jadi juga Pep akan mendorong Iniesta menjadi penyerang sayap kiri, dan menduetkan Xavi dan Cesc sebagai motor serangan.

Bila pola ini yang di pilih, maka salah satu antara David Villa, atau Pedro, akan menjadi pelapis. Sergio Busquet akan kembali ke posnya sebagai gelandang jangkar. Duet Puyol, dan Javier Mascherano akan menjaga jantung pertahanan di depan kiper Victor Valdes.

Eric Abidal akan mengisi pos bek kiri dan Daniel Alves di bek kanan. Skuad Barca akan mencurahkan segenap konsentrasi mereka untuk bisa memenangkan partai big match ini.

Dari kubu tim tamu, pelatih Massimilano Allegri, kemungkinan akan memasang formasi 4-3-1-2. Seedorf akan bermain di belakang duet Cassano dan Pato. Alberto Aquilani, Mark van Bommel, dan Kevin-Prince Boateng menjadi motor permainan Milan di lini tengah.

Duet Alesandro Nesta dan Thiago Silva akan menjadi tembok di depan kiper Christian Abbiati. Bek kanan akan di tempati oleh Ignacio Abate dan Luca Antonini di bek kiri. Seluruh skuad Milan siap memberikan kemampuan terbaik mereka pada partai ini.

Partai ini akan berjalan dalam tempo sedang, dan akan meningkat setelah pertandingan memasuki menit ke-15. Barca, yang bermain di hadapan pendukung mereka, akan mencoba menguasai permainan, dan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Milan, akan mencoba merusak irama permainan Barca, dengan melakukan pressing ketat sejak di lini tengah.

Dengan permainan umpan-umpan pendek merapat, khas tiki-taka, tampaknya penguasaan bola akan menjadi milik pemain Barca.

Messi, yang pada partai terkahir di ajang La Liga tidak tampil penuh, akan menjadi momok yang menakutkan bagi lini belakang Milan. Daya magis yang seakan tidak pernah habis dari pemain bernomor punggung 10 ini akan memberikan tekanan hebat bagi pertahanan Milan.

Selain Messi, duet Xaviesta dengan umpan-umpan brilliant dan pergerakan nya, membuat pemain Milan harus berkonsentrasi penuh untuk menjaga wilayah mereka.

Dari kubu Milan, kecepatan yang dimiliki oleh Pato, berpadu dengan kematangan bermain Cassano, dan Seedorf, tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meskipun sudah di makan usia, Seedorf masih sangat berbahaya, dengan tendangan jarak jauh dan umpan akurat nya. Begitu juga dengan Cassano, yang sering memperlihatkan permainan gemilang, dengan potensi yang dimilikinya.

"Dari kedalaman materi, Pep sedikit lebih unggul di banding Allegri, yang harus pintar-pintar menyiasati kekurangan stok pemain di lini depan"

Dari kedalaman materi, Pep sedikit lebih unggul di banding Allegri, yang harus pintar-pintar menyiasati kekurangan stok pemain di lini depan.

Adu strategi di antara kedua pelatih akan berjalan dengan sengit. Keduanya memiliki ke pribadian yang hampir sama. Rendah hati, pekerja keras, dan motivator yang ulung bagi anak asuh nya.

Menarik untuk dinantikan bagaimana Milan akan mencoba menahan gempuran pemain-pemain Barca yang selalu tampil dominan dari sisi penguasaan bola. Yang pasti, mereka tidak akan melakukan tak-tik permainan keras menjurus kasar seperti yang ditunjukan oleh Real Madrid, karena itu bukan karakter Milan.

Hal yang sangat dinantikan juga adalah pertamuan kembali Andres iniesta, dengan Mark van Bommel, yang sempat bersitegang ketika mereka berjumpa di babak final Piala Dunia 2010 lalu. Tetapi, dari kedua belah pihak baik Ineista, maupun van Bommel sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa tidak ada masalah di antara keduanya, dan mereka sudah melupakan kejadian itu.

Tidak ada ruang bagi kesalahan-kesalahan pada partai ini. Kesalahan sekecil apapun akan berakibat fatal, dan bukan tidak mungkin akan mengubah hasil akhir.

Menjelang partai ini, kedua kubu juga mengeluarkan pernyataan yang sama-sama merendah. Kubu Milan, menyebut Barca, jelas lebih favorit. Sedangkan dari kubu Barca, keluar pernyataan, bahwa tidak ada tim yang lebih difavoritkan pada partai ini.

Duel antara sesama juara bertahan di kompetisi domestik ini akan berlangsung dengan ketat. Skor tipis, dengan selisih paling banyak 2 gol, menjadi hasil yang realistis.

Barca, dengan segenap kemampuan nya, layak diunggulkan untuk bisa memenangkan partai ini. Peluang 55:45, bagi keunggulan tipis Barca.

Namun, segala perhitungan di atas kertas itu akan bisa terbalik bila, pemain-pemain Barca kehilangan konsentrasi mereka, seperti ketika menghadapi Sociedad, akhir pekan lalu.

Bila itu yang terjadi, bisa jadi peristiwa final Liga Champions musim 1993/94, akan terulang lagi. Barca, yang kala itu jauh lebih diunggulkan kalah telak 4-0 dari Milan.

Selamat menikmati partai super big match yang akan disiarkan secara langsung oleh stasiun  RCTI, Rabu (14/9), mulai pukul 01:45 WIB.

Catatan editor: tulisan karya Trihito Eribowo di kompasiana. Terima Kasih sudah mengizinkan dimuat di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar