Minggu, 25 September 2011

Voting Dewan Barcelona Setuju Kontrak dengan Qatar Foundation Dilanjutkan

CULES BARCA - Barcelona akhirnya menyetujui kontrak dengan organisasi nirlaba Qatar Foundation senilai kurang lebih Rp 2 triliun. Kontrak ini sebetulnya dapat dibatalkan dalam pertemuan umum dewan Barcelona Sabtu akhir pekan kemarin, tetapi voting dewan Barcelona menghasilkan pilihan yang lebih banyak untuk tetap mempertahankan kontrak ini. Sebelumnya, mantan presiden Barcelona Joan Laporta menyatakan ketidaksetujuannya atas kontrak ini dan menilai kaus Barca seperti kaus tim nasional Quatar dengan logo Qatar Foundation di depan.

Ini adalah untuk kali pertama sepanjang sejarah Barcelona, kaus Barcelona digunakan sebagai iklan. Sebelumnya, Barca selalu konsisten tidak pernah "mengotori" jersey-nya dengan iklan seperti layaknya klub-klub lain.

Legenda Barca Johan Cruyff menjadi yang terdepan mengkritik kebijakan ini. Ribuan pendukung Barca juga membuat petisi untuk menolak kerjasama ini.

Seperti dilansir AFP, anggota dewan klub ternyata menerima sponsorship ini dalam sebuah pertemuan umum akhir pekan kemarin. Hasilnya, 697 orang setuju, 76 menolak, dan 36 memilih untuk tidak menyatakan pendapat.

Qatar Foundation, terletak di Doha, Qatar, adalah sebuah lembaga independen, non-profit, yang didirikan pada 1995 oleh Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani, yang bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan membangkitkan kompetensi dan kualitas hidup masyarakat.

Misi Qatar Foundation (QF) adalah untuk menyiapkan masyarakat Qatar dan sekitarnya untuk menghadapi tantangan dunia yang terus menerus berubah, dan untuk membuat Qatar sebagai yang pemimpin dalam inovasi pendidikan dan penelitian.

Qatar ingin melangkah dari ekonomi yang berbasis karbon (minyak) menjadi berbasis pengetahuan dengan cara memaksimalkan potensi manusia.

Pelatih Barca Pep Guardiola, yang pernah bermain di klub Qatar Al Ahly antara tahun 2003 hingag 2005, dan juga menjadi ambasador Qatar untuk suksesnya pencalonan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, juga ikut mendukung sponsorship ini dan mengatakan Qatar sebagai negara muslim yang sangat terbuka.

Sementara, di luar kesuksesannya, Barca adalah tim yang terlilit banyak utang. Barca merugi 79,6 juta euro musim lalu, kerugian pertama dalam tujuh tahun terakhir. Mereka kini juga punya utang 442 juta euro.

Sebelum voting dimulai, Wakil Presiden Barca Bidang Ekonomi Javier Faus, mengatakan pada para anggota dewan bahwa manajemen tak punya pilihan lain selain menerima kerjasama ini karena ini punya implikasi ekonomi yang besar.

Tetapi dia menggarisbawahi bahwa kontrak ini dapat berakhir ketika mandat untuk manajemen klub yang sekarang berakhir. Manajemen berikutnya tetap punya pilihan apakah akan meneruskan kontrak atau tidak.

"Kami ingin menyelesaikan persoalan finansial, tetapi tak ingin perjanjian ini menjadi sesuatu yang tak dapat diubah," ujarnya. (culesbarca.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar