Senin, 05 September 2011

Xavi, Sang Legenda

Xavi Hernandez telah memenangkan 18 trofi bersama Barcelona



Artikel ini ditulis oleh Maria Ines di totalbarca.com. Saya menerjemahkan dari versi aslinya yang berbahasa Inggris.

SAYA sering bertanya-tanya, akan jadi seperti apa Barcelona tanpa seorang Xavi Hernandez. Jika dulu dia menerima pinangan Milan saat dia berumur 18 tahun, atau mungkin pergi ke Inggris. Saya tidak menemukan jawaban atas pernyataan itu, dan syukurlah saya tak perlu jawaban itu. Pada kenyataannya, Xavi adalah bagian dari Barca. Dia lebih sebagai seorang "institusi" dari pada seorang pemain bola. Dia seperti Camp Nou, suatu hari datang dan tak pernah pergi. Dia adalah jantung tim ini. Bukti dari ini semua adalah rekor terbarunya sebagai pemain Barca yang meraih trofi terbanyak. Dia telah memenangkan 18 trofi bersama Barca, lebih banyak satu trofi dari Guillermo Amor.


Xavi adalah pemain penting di tim sejak awal karirnya. Gol pertamanya untuk publik Katalan adalah ketika melawan Valladolid pada 1998. Dalam laga yang keras itu, dia mencetak gol lewat sundulan kepala.

Bertahun-tahun kemudian, dia dibandingkan dengan Pep Guardiola. Dia telah mengalami beberapa masa kepelatihan yang berbeda, seiring klub yang terus mencari pola stabil. Pada 2002, Barca memulai musim dengan teramat buruk sepanjang keikutsertaan di La Liga. Segala sesuatu di tim tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Tetapi entah bagaimana, sejarah tetap berpihak pada Barcelona. Banyak perubahan yang dilakukan pelatih baru Radomir Antic, yang memberikan Barca nafas baru, dan seorang gelandang yang mumpuni. Barca kembali ke filosofi bermainnya, memainkan ball possession sebagai kekuatan. Dan suatu malam, pada Februari 2003, Xavi mengambil bagiannya, melesakkan satu gol melawan Espanyol dan mengembalikan kepercayaan diri Barca.

Di hari itu juga, Xavi mengalami cedera bahu. Dokter "memperbaikinya" untuk sementara waktu, tetapi dia tetap kesakitan, dan justru sesudah itu dia mencetak gol.

Sejak hari itu, permainannya terus membaik. Supporter dan pengamat bola melihat dia sebagai otak dari permainan, di sisi lain Puyol adalah jantung tim, sementara Messi adalah jiwa permainan.

Xavi adalah seorang yang menuliskan secara jelas keyakinan dari Barcelona. Apapun yang dia inginkan, terjadi di lapangan. Kekuatan utamanya mungkin adalah pada visinya untuk membangun tim dari pertandingan satu ke pertandingan berikutnya. Dia menemukan temannya, dan tak pernah gagal memberikan bola. Dalam sudut pandang lain, dia adalah seorang arsitek dari sebuah permainan tim terhebat di era sepakbola modern sekarang ini.

Banyak orang melihatnya sebagia sosok sentral di tengah, tapi di tahun-tahun terakhir ini kita telah melihat bagaimana dia bermain secara lebih komplek. Dia telah mencapai level tertentu untuk terus bergerak dan menempatkan diri dengan baik. Dia ada di mana-mana, baik untuk merebut bola ataupun mengolah bola dan kemudian menyiapkan posisi untuk menyerang, yang biasanya berakhir dengan umpan-umpan jenius. 

Striker-striker Barca tak diragukan lagi beruntung mendapatkan Xavi sebagai "daya" permainan.

Tetapi, di samping sebagai master lapangan tengah, Xavi juga terlibat dalam beberapa moment magis yang menuntutnya untuk menjadi eksekutor. Sangat mudah untuk mengingat bagaimana dia melesakkan gol di awal-awal karirnya. Gol pertamanya adalah gol yang sangat penting, disusul kemudian gol di Monjuic pada 2003. Setahun kemudian, gol di Bernabeu, kali pertama dia menaklukkan Casillas. Hari itu juga adalah awal baru atas rivalitas Barca-Madrid, sejak saat itu, Barca mulai membalikkan keadaan dari kekalahan menjadi kemenangan.

Beberapa tahun kemudian, pada 2010 dia mengulangi apa yang sudah dilakukannya dulu, mengawali pembantaian besar atas Real Madrid dengan skor akhir 5-0. Dan beberapa bulan kemudian, mencetak gol penting ke gawang Arsenal, yang pada akhirnya ikut mengantarkan Barca menjuarai Liga Champion.

Dan sekarang, kurang lebih 10 tahun, Xavi telah menjadi seorang legenda hidup Barcelona, sama seperti Cruyff dan Kubala. Dia mungkina akan dikenang sebagai pemain yang mampu mengubah sejarah Barca. Kubala membuat Barca bertahan di masa-masa sulit, Cruyff memberikan kepribadian dan karakter, tetapi Xavi membuat Barca menjadi "the winning team", sebuah tim yang juga dihormati. Tim yang akan terus dikenang, sama seperti Xavi, sang arsitek.

Xavi telah memenangkan: 3 Champions League, 6 Trofi La Liga, 5 Spanish Supercups, 2 UEFA Supercups, 1 Fifa Club World Cup dan 1 Copa del Rey.

1 komentar:

  1. ane salah satu fans panatik barca gan, salam kenal, mari sama - sama dukung barca sepak bola indah...

    BalasHapus