Kamis, 25 Agustus 2011

Statistik Xavi, Messi, Ronaldo

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

2 dari 2



Xavi
Jumlah Penampilan
46: 15 di kompetisi UEFA; 31 di kompetisi domestik

Menit Bermain
3640: 1178 di kompetisi UEFA; 2462 di kompetisi domestik

Siapa yang Terbaik di Antara 3 Orang Ini?

PENGUMUMAN anugrah pemain terbaik Eropa tahun ini tinggal beberapa jam lagi. Jika diandaikan seremonial akan berlangsung malam hari pukul 19.00 Waktu Monaco, maka sekitar pukul 24.00 WIB seremoni akan berlangsung. (Monaco GMT+2).


Sebagai seorang cules, saya tentu akan mendukung antara Xavi ataupun Messi. Dengan tidak merendahkan kehebatan Ronado, Xavi dan Messi rasanya mempunyai kehebatan yang sepadan. Dua-duanya jago di lapangan. Xavi seorang pengatur simfoni sedangkan Messi adalah seorang eksekutor. Siapa yang lebih penting, eksekutor atau pengatur? Jawaban akan berbeda-beda tergantung latar belakang orang.

Seorang arsitek misalnya, yang mengagungkan suatu bangunan yang terkonsep dengan baik, indah, tertata, punya visi, mungkin akan memilih Xavi sebagai yang terbaik. Atau juga seorang yang bertipikal konseptor, mungkin akan lebih memilih Xavi, yang dikenal pandai mengorganizir dan punya jiwa kepemimpinan lebih dibandingkan rekan-rekannya.

Lain lagi bagi seorang yang hobi berburu. Mungkin akan memilih Messi sebagai pemain terbaik. Seorang pemburu adalah seorang yang haus akan ketegangan, kecepatan, dan dituntut untuk punya keberanian. Messi jelas mewakili nilai-nilai di atas, berani, cepat dan hebatnya tetap tangguh kendati badannya relatif kecil.

Ya, tapi penjurian bukan dilakukan oleh arsitek maupun seorang pemburu. Yang akan menilai adalah sebuah panelis yang terdiri dari 53 orang jurnalis olahraga yang mewakili masing-masing asosiasi anggota UEFA.

Tahun lalu penghargaan ini diterima oleh penyerang Inter Milan Diego Milito, yang mengantarakan timnya menjadi juara Liga Champions.


Berikut statistik yang dilansir situs resmi UEFA mengenai performa tiga pemain tersebut selama setahun terakhir ini:

Klik NEXT untuk lihat statistik ketiganya :)

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

1 dari 2







Preview Barcelona Vs Porto: Ulasan Kekuatan FC Porto






FC BARCELONA INDONESIA - HAI, bertemu lagi dengan saya Cules :). Semoga tidak bosan-bosannya menyimak tulisan ane (saya) soal Barcelona. Tulisan ini saya terjemahkan dari artikel aslinya yang berbahasa Inggris, dan sebagian saya gubah, sesuai dengan gaya tulisan saya.

Terima kasih kepada Manuel Traquete yang sudah memberi izin kepada saya untuk mem-publish tulisan-tulisan terjemahan (bukan terjemahan murni) dari artikelnya.

Seperti yang Cules semua tahu, Barcelona akan melawan FC Porto dalam ajang Piala Super Eropa. Rekan saya ini (kenal lewat twitter maksudnya), Manuel Traquete adalah orang Portugal dan dia hampir setiap minggu menonton pertandingan FC Porto.

Nah, berikut ini analisis dari Manuel tentang pertandingan Barcelona melawan FC Porto. Cekidot.

Di luar anggapan bahwa Liga di Portugal tidaklah sedahsyat liga-liga lain macam Liga Inggris ataupun La Liga, FC Porto telah menjadi salah satu tim yang disegani di Eropa. Sejarah mencatat, FC Porto pernah memenangi dua kali Piala Champion dan dua kali Piala UEFA.


Di liga domestik, FC Porto telah memenangi 25 kali gelar liga. Musim lalu, bersama Andre Villas-Boas, FC Porto berhasil menjadi jawara Piala UEFA untuk kali kedua. Bukan itu saja, dari 30 pertandingan di liga Portugal, FC Porto tak pernah kalah satu kali pun. Hasil terburuk yang mereka peroleh adalah tiga kali seri. Sisanya berakhir dengan kemenangan.

Kesuksesan merek membuat tim-tim kaya Eropa dipaksa untuk mengarahkan mata ke Portugal. Hasilnya, Pelatih André Villas-Boas pergi ke Chelsea dan striker Radamel Falcao pergi ke Atlético Madrid.

Lanjut baca sambungannya, klik NEXT ya :)


(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

1 dari 3







Tags: Hulk FC Porto, FC Porto

2. Masih Kuat

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

2 dari 3


Falcao kini membela Atletico Madrid
PERGINYA kedua orang ini tidak serta merta membuat Porto menjadi lemah. André Villas-Boas digantikan oleh asistennya dulu, Vitor Pereira.  Sementara posisi Falcao digantikan oleh Kleber, pemain Brazil yang sangat bertalenta. Masih ada juga nama-nama seperti James Rodriguez dan Juan Itrube, kedua pemain ini punya masa depan yang menjanjikan dengan bakat besar yang mereka miliki saat ini.

3. Penguasaan Bola

(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

3 dari 3




SECARA umum, Porto punya pertahanan yang cukup solid yang tentunya akan menyulitkan Barca. Di tengah, mereka punya Fernando dan Souza. Kedua pemain ini bagus dalam penempatan posisi, dan juga efektif. Masih ada juga João Moutinho dan Freddy Guarin sebagai gelandang kreatif.

Angkatan '87 La Masia Bersama Lagi dan Siap Mendominasi Eropa



FC BARCELONA INDONESIA - Akademi La Masia milik Barcelona mungkin adalah tempat pendidikan sepak bola terbaik di muka bumi. Dari tempat ini lahir pemain-pemain besar seperti Puyol, Iniesta, Xavi dan masih banyak lagi yang lain.

Dari sekian banyak angkatan akademi yang menimba ilmu di La Masia, satu generasi yang terasa spesial saat ini adalah La Masia class of 1987: Lionel Messi, Francesc Fabregas dan Gerard Piqué



“Selama masa kepelatihan saya, saya tidak pernah menjumpai angkatan yang sangat berambisi dan sangat kompetitif seperti ini. Tidak hanya di dalam pertandingan sesungguhnya, mereka juga sangat bersemangat di sesi latihan. Bahkan terkadang saya harus mengerem semangat mereka. Mereka menjalani latihan layaknya menjalani partai final. Mereka sungguh angkatan yang brilian," kata Alex Garcia, pelatih yang telah lama mengabdikan diri di La Masia.

Dipimpin oleh Messi, Cesc, dan Piqué, angkatan 87 La Masia ini terbiasa menghancurkan lawan-lawan mereka. Mereka sering menang dengan skor yang sungguh njomplang, 7,8,9 bahkan 10-0.

Mereka jauh lebih baik dari angkatan muda tim lain. Tapi nasib berkata lain, karir mereka dipisahkan oleh takdir sejarah. Leo Messi tinggal di Camp Nou, mencatat sejarah emas untuk klub dan dirinya sendiri dan mungkin akan menjadi yang terhebat sepanjang sejarah.

Gerard Piqué berkelana ke Inggris dan punya masa-masa stagnan di Machester United. Tapi sekembali ke Camp Nou pada 2008, dia segera menjadi bek sentral terbaik di dunia di bawah kepelatihan Pep.

Bentar, ambil nafas dulu :D
Ok Cules, klik NEXT sambungan ceritanya :).





(Klik tanda panah untuk melihat sambungan artikel)

1 dari 2







Tags: La Masia Fabregas, Angkatan 87 La Masia, La Masia, Fabregas, Messi Pique Fabregas

Angkatan '87 La Masia: Cesc Fabregas

CESC Fabregas pernah diberitahu langsung oleh Pep, suatu hari dia akan memakai Jersey nomor 4 yang kala itu dipakai Pep, tapi situasi kala itu tak memungkinkan bagi Cesc ataupun Barcelona untuk menolak pinangan Arsenal.